Rakyat Demokrasi

SOKSI kota Bandung : Antara Konsolidasi dan Tantangan ke depan

Posted by on Jan 16th, 2012 and filed under Bandung, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

ketua SOKSi Kota Bandung_Solih Cucu

rakyatdemokrasi.com – Dewan Pimpinan Cabang atau Depincab SOKSI Kota Bandung selama tahun 2011 dan sekaligus menyongsong datangnya tahun 2012, khususnya menghadapi PemiluKada dan Pemilu Legislatif yang akan datang telah secara terus menerus melakukan konsolidasi internal, tujuannya adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan militansi para kader yang tersebar di Kota Bandung, demikian diungkapkan Ketua Depincab SOKSI Kota Bandung Solih Tjutju pada saat ditemui ‘Rakyat Demokrasi’ di ruang kerjanya, Jumat 27 November 2011 lalu.

Kemudian Mang Tjutju (red.) menjelaskan bahwa konsolidasi dan pembentukan pengurus kecamatan atau Dewan Pimpinan Anak Cabang (Depiancab di 30 kecamatan se-kota Bandung telah selesai dilakukan, setiap pengurus kecamatan rata rata memiliki anggota pengurus sebanyak 25 orang, sedangkan konsolidasi dan pembentukan pengurus tingkat kelurahan atau Dewan Pimpinan Ranting (Depira) masih terus berjalan, bahkan di kecamatan-kecamatan tertentu seperti Cicendo – Andir – Sukajadi dan lain lain pengurus kelurahannya sudah terbentuk.

Menurut rencana, konsolidasi dan pembentukan pengurus tingkat kelurahan di 151 kelurahan yang ada di kota Bandung akan selesai dilakukan pada akhir Juni 2012. Pada saat itu akan dilakukan pengukuhan secara serentak yang akan melibatkan seluruh pengurus Depincab – Depiancab dan Depira serta para kader dan simpatisan SOKSI yang diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 4.000 – 5.000 orang

Mang Tjutju  juga menjelaskan, SOKSI sebagai sebuah ormas yang secara historis adalah salah satu organisasi pendiri partai Golkar harus selalu dekat dan memiliki keterkaitan dengan warga masyarakat, oleh sebab itu sebagai wujud kepeduliannya SOKSI kota Bandung telah menyiapkan sebuah program kemasyarakatan berbentuk Program Pemberdayaan Ekonomi.

Program Pemberdayaan Ekonomi SOKSI Kota Bandung dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi warga masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil menengah dan sektor informal yang ada di kota Bandung

Berdasarkan catatan dari seluruh kecamatan, jumlah penduduk kota Bandung tahun 2010 berjumlah 2.390.441 orang, terdiri dari 1.211.387 orang laki-laki dan 1.179.054 orang perempuan, dari jumlah tersebut sebanyak 151.287 orang adalah pelaku usaha kecil menengah dan sektor informal, dari jumlah tersebut diupayakan target 75% nya akan dijadikan sasaran binaan Program Pemberdayaan Ekonomi Soksi Kota Bandung

Rencananya Program Pemberdayaan Ekonomi tersebut Soksi akan berjuang seoptimal mungkin dengan melibatkan berbagai pihak dan pemangku kepentingan yang ada baik dikota Bandung, propinsi maupun di pusat. Ketika ditanyakan kepada Mang Tjutju pendapatnya mengenai konstelasi politik di kota Bandung saat ini, terutama menjelang pemilukada kota Bandung kedepannya, Mang Tjutju menjelaskan nampaknya  pada pemilukada mendatang partai berkeinginan kadernya untuk menempati posisi di Bandung 1 dan 2.

“Kalau masalah pemilukada sebenarnya masih terlalu pagi untuk dibicarakan, akan tetapi kalau disimak perkembangan yang terjadi tengah masyarakat, juga pendapat yang berkembang di internal kader dan partai Golkar, nampaknya partai berkeinginan mendorong kadernya untuk posisi Bandung 1 atau Bandung 2 di pemilukada mendatang”, tandasnya.

Berdasarkan pemantauan terhadap pendapat yang sedang berkembang dari beberapa kader yang dianggap berpotensi dan layak untuk dijadikan bakal calon yang akan diusung bertarung memperebutkan posisi Bandung 1 atau Bandung 2 diantaranya adalah : Drs. H. Asep Dedi Ketua DPD Golkar kota Bandung yang saat ini adalah sebagai salah satu wakil ketua DPRD kota Bandung, Selain itu juga terdapat nama DR. Ir. H. Juniarso Ridwan, M.Si, MH,. Ketua Dewan Penasihat Soksi kota Bandung, Juniarso yang mantan Kepala Distarcip kota Bandung itu sekarang mendirikan kantor hukum RHS LAW FIRM, selanjutnya DR. H. Edi Siswadi, yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris kota Bandung yang   juga sebagai Dewan Penasihat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kota Bandung serta Drs. H Wawan Dewanta Ketua  Wirakarya Indonesia Depidar Jawa Barat.

“Hal itu akan diputuskan di dalam Rapimda Golkar yang akan datang  sesuai dengan mekanisme yang berlaku di partai Golkar”, ujarnya ketika ditanya tentang bakal calon yang akan diusung partai Golkar. Penjelasan tersebut diamini pula oleh Drs. H. Djoko SB, mantan anggota DPRD kota Bandung yang juga salah satu Wakil Ketua Dewan Penasihat Soksi kota Bandung yang kemudian berkomentar, “Untuk mencapai tujuan tersebut sebaiknya Golkar membuka diri bekerja sama dengan partai lain yang se-visi dengan Golkar”.

Dilain pihak berdasarkan informasi yang didapat dari DPD Golkar bahwa hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tanggal 26 November 2011 dari 30 PK Kecamatan dan sayap yang mendirikan dan didirikan mendukung pencalonan H. Asep Dedi. ***

Incoming search terms:
Gerakan Cikapundung Bersih di Hari Jadi Bandung ke 201
Pemkot Bandung Lantik 114 Pejabat Struktural
Puskesmas Padasuka - Cicadas Raih Nilai Terendah Piala Adipura
26 Pengurus DPD Golkar Jawa Barat Dipecat
CICAHEUM Sudah Tidak Layak Lagi Sebagai Terminal

1 Response for “SOKSI kota Bandung : Antara Konsolidasi dan Tantangan ke depan”

  1. Sebagai sebuah konsep, program perpolisian masyarakat (Polmas) ternyata menimbulkan pro kontra, atau minimal multitafsir. Berbagai presepsi tentang Polmas muncul. Ada yang masih menganggapnya sebagai upaya pemolisian masyarakat, dan ada juga yang mengasumsikannya sebagai kerja-kerja perpolisian masyarakat. Ada yang menyatakan bahwa Polmas adalah semacam kelompok perpanjangan kepolisian, ada juga yang menyatakan bahwa Polmas bisa dilakukan kelompok mana saja, asal dalam melakukan kegiatannya melibatkan pihak kepolisian. Bagaimana pemahaman Polmas yang sebenarnya, dan bagaimana pula yang berkembang di masyarakat? Untuk itu, Blakasuta merasa perlu membuat survey tentang sejauhmana persepsi masyarakat tentang Polmas.

Leave a Reply

*