MUI Tanggapi Serius Niat PSI Hapus SKB Menteri Soal Rumah Ibadah

Grace Natalie

Rakyat Demokrasi-Pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie soal pelontaran wacana penghapusan Peraturan Bersama Menteri (PBM) tentang pendirian rumah ibada ditanggapi serius Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Yusnar Yusuf.

Yusnar mengatakan, sebelum memiliki niatan tersebut, PSI seharusnya melakukan analisis kajian yang lebih mendalam dulu. Sehingga, tidak menjadi bumerang bagi partai yang masih baru itu.

"Dia harus melakukan analisis dulu dari berbagai variable bagaimana kondisi bangsa yang sebenarnya, bagaimana akar rumput, bagaimana agama itu muncul, dan bagaimana munculnya rumah ibadah itu, dan sebagainya," ujar Yusnar saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (12/2).

Karena, menurut dia, jika PBM tersebut dihapus, justru akan membuat konflik antarumat beragama di akar rumput semakin membesar. Selain itu, kata dia, hal itu juga bisa merugikan PSI dalam Pemilu 2019. "Jadi, saran saya kepada beliau (Grace), konsentrasi saja kepada partainya. Jangan dulu membuat sebuah rancangan kemudian rancangan itu nantinya malah itu menjadi bumerang bagi dia sendiri," kata Yusnar.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI, Grace Natalie menyampaikan tiga agenda PSI untuk melawan intoleransi di dalam negeri. Salah satunya, yaitu PSI akan mendorong penghapusan PBM tentang Pendirian Rumah Ibadah.

“Pertama, di tingkat nasional PSI akan mendorong deregulasi aturan mengenai pendirian rumah ibadah. PSI akan mendorong penghapusan Peraturan Bersama Menteri Mengenai Pendirian Rumah Ibadah," ujar Grace melalui keterangan tertulisnya, Selasa (12/2).

Menurut dia, PBM itu pada praktiknya justru dapat membatasi prinsip kebebasan beragama. Bahkan, PSI menganggap aturan ini sering disalahgunakan untuk membatasi bahkan mencabut hak konstitusional dalam hal kebebasan beribadah.

Karena itu, PSI percaya bahwa kampanye toleransi juga harus diwujudkan dalam bentuk gerakan parlementer. Salah satunya adalah untuk menghapus peraturan tersebut melalui lembaga perwakilan nantinya.

TKN Tanggapi Wacana PSI Soal Pendirian Rumah Ibadah


Irma Suryani Cganiago
net_

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago menanggapi wacana PSI untuk menghapus Surat Kesepakatan Bersama (SKB) tentang pendirian rumah ibadah. Menurut Irma, wacana PSI tersebut tidak akan mempengaruhi keutuhan koalisi.

Anggota komisi IX DPR RI tersebut berpendapat, sikap yang diputuskan oleh PSI merupakan kebijakan masing-masing partai. "Saya kira tidak (berpengaruh) ya, karena itu kebijakan masing-masing partai," kata Irma kepada Republika.co.id, Rabu (13/2).

Irma menegaskan, dalam menyatakan sikap partai, PSI sebaiknya tidak mengatasnamakan sebagai bagian dari TKN. Karena pernyataan sikap adalah hak prerogatif partai itu sendiri.

Di satu sisi, ia berpendapat bahwa SKB Rumah Ibadah disahkan bersama dengan dasar hukum dan kesepakatan banyak pihak yang proporsional. Hal tersebut, lanjutnya, diaplikasikan untuk mencegah adanya perpecahan.

Namun yang harus dipahami, semua regulasi tentu ada dasar hukumnya dan kesepakatan yang proporsional agar tidak menimbulkan perselisihan," ujarnya.

republika


EmoticonEmoticon