Di Iran, Virus Corona Renggut 54 jiwa, Tertinggi di Timur Tengah

Di Iran, Virus Corona Renggut 54 jiwa, Tertinggi di Timur Tengah
Tim medis menyemprot disinfektan di kuil suci Imam Reza, menyusul maraknya penyebaran virus corona di Mashdad, Iran, Kamis (27/2/2020).(WANA NEWS AGENCY via REUTERS)


RakyatDemokrasi.com - Virus corona Covid-19 merenggut 11 nyawa lagi di Iran. Jumlah kematian akibat virus tersebut kini menjadi 54 sampai Minggu (1/3/2020).

"11 orang meninggal dalam 24 jam terakhir," demikian keterangan dari juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, dikutip dari kantor berita AFP.

Lebih lanjut, Jahanpour yang mengumumkan itu dalam konferensi pers di televisi, mengatakan ada 385 kasus baru yang melanda Iran. Jumlah ini adalah yang tertinggi untuk kategori kasus baru dalam tiga hari beruntun di negara pimpinan Hassan Rouhani tersebut.

Secara keseluruhan Iran kini mencatatkan 978 kasus infeksi, tertinggi di antara negara-negara Timur Tengah. Peningkatan tertinggi terjadi di Teheran, ibu kota Iran. Sebanyak 170 orang dinyatakan positif terjangkit virus corona Covid-19.

Kemudian 44 kasus baru dilaporkan di tengah Provinsi Markazi dan 31 kasus di utara Provinsi Alborz.30 kasus juga dilaporkan di kota suci Qom, pusat penyebaran wabah virus corona di negara republik Islam ini.

Dua kematian pertama akibat virus corona di Iran diumumkan terjadi di Qom pada 19 Februari 2020.

Sementara itu Provinsi Gilan mencatatkan 28 kasus, 17 kasus ditemukan di timur laut Khorasan Razavi, dan 8 kasus muncul di selatan provinsi Fars.

Bahkan virus corona di Iran juga turut menjangkiti sejumlah pejabat senior negara.

Beberapa pejabat tinggi, termasuk seorang wakil presiden dan wakil Menteri Kesehatan telah dites positif virus yang pertama muncul di Wuhan, China, ini.

Satu anggota parlemen, yang dipilih dalam jajak pendapat 21 Februari di Iran, telah meninggal karena virus korona pada Sabtu (29/2) kemarin.

Wabah virus corona memaksa pemimpin tertinggi Iran untuk menutup parlemen dan memberlakukan larangan perjalanan internal. Meski begitu, bukan berarti tidak ada kabar baik dari kasus virus corona di Iran.

"Untungnya, bersamaan dengan berita tidak baik dalam beberapa hari terakhir, ada 175 kesembuhan di beberapa provinsi. Mereka telah dirawat dan meninggalkan rumah sakit," lanjut Jahanpour.

Cara-cara untuk memerangi virus yang sudah membunuh lebih dari 2.000 jiwa di seluruh dunia ini juga terus diupayakan. Salah satunya adalah saran dari ulama lokal di Iran, agar pasien virus corona mengonsumsi gula merah dalam jumlah besar, membakar tanaman rue liar, dan menghirup tembakau.


EmoticonEmoticon