Kimia Farma akan terus stok masker untuk masyarakat

Kimia Farma akan terus stok masker untuk masyarakat
#HargaMasker2000

RakyatDemokrasi.com -- PT Kimia Farma (Persero) Tbk mengeluarkan stok masker milik mereka di tengah meroketnya harga masker di pasaran. Di salah satu apotek mereka di Menteng Huis, Cikini, Jakarta Pusat, Kimia Farma menjual masker dengan harga Rp 2.000 per satuan atau pieces.

"Untuk seluruh Apotek Kimia Farma sekarang, posisinya tersedia," kata Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ditemui di lokasi pada Rabu, 4 Maret 2020.

Beberapa hari yang lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengumumkan kasus virus corona pertama di Indonesia. Kasus ini menimpa dua orang yang tinggal di Depok, Jawa Barat. Kini, keduanya dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Bersamaan dengan pengumuman ini, harga masker di pasaran langsung meroket tajam. Di Pasar Glodok, Jakarta, harga masker jenis Nexcare isi 50 tembus Rp 850 ribu per kotak. Lalu, Sensi seharga Rp 450 ribu, dan Accurate Rp 400 ribu.

Namun, Kimia Farma membatasi pembelian masker hanya 2 satuan setiap harinya untuk satu orang. Selain masker, Kimia Farma juga menjual cairan antiseptic dengan kandungan alkohol 70 persen. Antiseptic merek Antifect misalnya, dijual seharga Rp 17 ribu per untuk ukuran 100 ml.

Erick mengatakan Kimia Farma akan terus mengeluarkan stok masker mereka untuk kebutuhan masyarakat. Ia menyadari, sebagian bahan baku masker berasal dari Cina. Jika pasokan bahan baku dari Cina terhambat karena virus corona, kata dia, maka bahan baku akan diimpor dari Eropa.

"Kalau dengan bahan baku dari Cina, harga masker Rp 2000, tapi kalau dari Eropa, kami belum tahu," kata Erick. (FP)


EmoticonEmoticon